Showing posts with label |1| Smartlink Allianz. Show all posts
Showing posts with label |1| Smartlink Allianz. Show all posts

Friday, December 07, 2012

Perbedaan Menabung dan Berinvestasi?

Tahukah Anda, Perbedaan Menabung dan Berinvestasi?

Sebelum mengetahui jenis-jenis investasi, sebaiknya Anda mengetahui dulu perbedaan antara menabung dan berinvestasi.

Menabung berarti menyisihkan uang Anda tanpa mengharapkan adanya kenaikan dari nilai uang yang Anda simpan. Dengan menabung di bank, setidaknya Anda tahu bahwa uang Anda akan lebih aman dibandingkan jika Anda menaruhnya di bawah bantal. Memang jika kita lihat sekilas, berbagai macam tabungan di bank menawarkan bunga tabungan sebesar 1-3% setahunnya. Akan tetapi, jika Anda perhatikan, setiap tahun harga-harga barang selalu naik dengan persentase yang jauh melebihi bunga tabungan Anda. Jika Anda sadar, sebenarnya uang Anda telah berkurang nilainya.

Sementara itu, berinvestasi berarti mengharapkan adanya kenaikan dari nilai uang Anda seiring dengan berjalannya waktu, sehingga akan memberikan keuntungan bagi Anda. Uang yang diharapkan memberikan akan bertambah nilainya itu disimpan dalam suatu bentuk kekayaan yang disebut dengan aset.

Jenis-Jenis Aset


Dalam berinvestasi, terdapat dua macam jenis aset, yaitu aset riil dan aset finansial, yang sama-sama dapat dipertimbangkan sebagai sarana investasi dalam rangka mencapai tujuan keuangan Anda. Dalam berinvestasi, Anda harus ingat bahwa selalu terdapat risiko akan kehilangan modal Anda. Oleh sebab itu, Anda harus mengetahui dengan benar aset-aset yang Anda pilih untuk berinvestasi.

Aset Riil
Aset riil adalah aset yang memiliki wujud. Contohnya adalah tanah, rumah, emas, dan logam mulia lainnya. Berinvestasi pada aset riil merupakan hal yang umum dilakukan. Contohnya, Anda membeli rumah, dan kemudian menyewakannya sehingga mendapatkan pendapatan bulanan. Belum lagi ketika rumah itu selesai disewa dan harganya naik, Anda dapat menjualnya dan mendapatkan keuntungan. Anda akan mendapatkan banyak keuntungan dari berinvestasi di aset riil ini, karena meskipun harganya dapat naik-turun, tetapi dalam jangka panjang nilainya cenderung meningkat.

Aset Finansial

Aset finansial merupakan aset yang wujudnya tidak terlihat, tetapi tetap memiliki nilai yang tinggi. Umumnya aset finansial ini terdapat di dunia perbankan dan juga di pasar modal, yang di Indonesia dikenal dengan Bursa Efek Indonesia. Beberapa contoh dari aset finansial adalah instrumen pasar uang, obligasi, saham, dan reksa dana.

Instrumen pasar uang adalah surat utang jangka pendek yang kurang dari satu tahun yang dikeluarkan oleh pemerintah atau perusahaan. Sebagai imbalan, Anda sebagai pemberi utang akan mendapatkan sejumlah bunga dari nilai awal investasi Anda. Umumnya bunga ini akan dibayarkan pada akhir periode investasi.
Contoh dari instrumen pasar uang adalah deposito, Sertifikat Bank Indonesia dan promissory notes. Secara umum, instrumen pasar uang memiliki tingkat risiko investasi berupa gagal membayar nilai investasi dan bunga yang sangat rendah.

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan. Jangka waktu utang pada obligasi adalah lebih dari satu tahun.  Obligasi diperdagangkan di pasar modal. Anda yang membeli obligasi akan mendapatkan imbalan berupa sejumlah bunga dari nilai awal investasi Anda, yang disebut dengan kupon. Kupon ini umumnya dibayarkan setiap 3 atau 6 bulan sekali dalam satu tahun,
Obligasi tingkat risiko investasi yang rendah, namun risikonya sedikit diatas instrumen pasar uang. Risiko terbesar yang dihadapi oleh Anda sebagai pemegang obligasi adalah adanya kemungkinan penerbit obligasi tidak dapat membayar kembali utangnya. Oleh sebab itu, terdapat lembaga pemeringkat yang memberikan peringkat terhadap obligasi yang dikeluarkan untuk mengetahui seberapa besar risiko gagal bayar obligasi tersebut.

Saham adalah tanda bukti kepemilikan seseorang atas sebuah perusahaan. Orang yang memiliki saham berhak atas pembagian keuntungan yang didapatkan perusahaan tersebut, yang disebut dengan dividen, sesuai dengan persentase kepemilikannya di perusahaan tersebut. Selain itu, harga saham sebuah perusahaan akan bergerak mengikuti kinerja perusahaan tersebut.
Jika perusahaan tersebut memiliki kinerja yang baik, maka harga sahamnya akan ikut naik sehingga pemegang saham akan mendapatkan keuntungan jika menjual sahamnya. Saham juga diperdagangkan di pasar modal dan memiliki tingkat risiko investasi yang tinggi, karena terdapat risiko kebangkrutan perusahaan sehingga uang Anda dapat hilang.
Dalam berinvestasi di saham, Anda harus mengetahui apakah perusahaan tersebut benar-benar memiliki kinerja yang baik. Anda harus melakukan analisis berdasarkan laporan keuangan yang dikeluarkan perusahaan, kondisi ekonomi negara, dan hal-hal lainnya yang cukup menyita waktu Anda. Namun tentunya hal ini sebanding dengan potensi keuntungan yang didapatkan.

Reksa dana adalah wadah untuk menghimpun dana masyarakat yang dikelola oleh badan hukum yang bernama Manajer Investasi untuk kemudian diinvestasikan ke aset finansial lainnya. Dana tersebut disimpan di bank penyimpanan yang disebut dengan bank kustodian.
Reksa dana merupakan solusi bagi orang yang ingin berinvestasi dalam banyak aset namun memiliki dana yang terbatas. Hal ini dimungkinkan karena dana yang dihimpun dari banyak pihak cukup besar untuk kemudian dapat diinvestasikan pada saham, obligasi dan instrumen pasar uang sesuai dengan kebijakan dari Manajer Investasi.
Selain itu, reksa dana juga merupakan solusi bagi Anda yang memilii keterbatasan dalam pengetahuan dan informasi dalam melakukan analisis investasi, serta bagi Anda yang tidak memiliki cukup waktu untuk mengawasi pergerakan harian saham dan obligasi Anda. 

Memilih Jenis Investasi yang Sesuai Dengan Kebutuhan Anda

Setelah mempelajari jenis-jenis investasi di atas, langkah yang harus Anda lakukan adalah mengetahui manfaat dari semua jenis investasi tersebut. Setiap jenis investasi  memiliki beberapa karakteristik tersendiri, yaitu potensi imbal hasil yang didapatkan, tingkat risiko investasi, jangka waktu investasi ideal, kemudahan untuk mencairkan investasi, dan jumlah modal yang dibutuhkan.

Dari segi kemudahan untuk mencairkan hasil investasi, aset finansiaI lebih mudah untuk dijual dibandingkan dengan aset riil. Sedangkan dari segi jangka waktu investasi, investasi pada aset riil maupun aset finansial dibagi 3 sesuai dengan kebutuhan Anda.

Untuk kebutuhan jangka panjang Anda, saham dan properti merupakan jenis investasi yang sesuai karena memberikan potensi pertumbuhan hasil investasi yang tinggi. Obligasi merupakan investasi yang sesuai untuk kebutuhan jangka menengah Anda karena memberikan kupon secara berkala. Sedangkan, untuk investasi jangka pendek,  produk bank seperti tabungan adalah produk keuangan yang paling sesuai.

Setelah Anda memahami manfaat dari masing-masing jenis investasi, pilihlah yang paling sesuai dengan jangka waktu kebutuhan keuangan Anda. Selain itu, Anda harus mempertimbangkan kriteria-kriteria lainnya sehingga Anda mantap untuk melakukan investasi.

(disadur dari http://www.danareksaonline.com)

Wednesday, November 28, 2012

6 Alasan Membeli Unit Link + 3 Catatan (Asep)

6 Alasan Membeli Unit Link + 3 Catatan Oleh: Asep | 24 October 2011 | 14:12 WIB

Minggu lalu, tepatnya 15 Okt 2011, aku menandatangani formulir pengajuan asuransi jiwa tipe unit link. Bayar premi 500 ribu per bulan (6 juta setahun), rencana bayar 10 tahun, manfaat yang diperoleh untukku seorang laki-laki usia 31 tahun adalah: 1. Jika meninggal dunia : 450 juta (sampai usia 100 tahun) 2. Jika kecelakaan dengan akibat meninggal atau cacat : 450 juta (sampai usia 65 tahun) 3. Jika sakit kritis (49 penyakit kritis) : 400 juta (sampai usia 70 tahun) 4. Payor (pembebasan premi dan dibayari premi oleh perusahaan jika terdiagnosis penyakit kritis atau mengalami cacat tetap total) sampai usia 65 tahun. Ada juga nilai tunai di akhir tahun kesepuluh sebesar Rp 50.525.000 (asumsi pertumbuhan 18%). Nilai tunai ini belum menyamai premi total yang kubayarkan selama 10 tahun (60 juta), karena aku mengambil porsi asuransi yang maksimal. Tak mengapa, karena memang tujuanku adalah proteksi, bukan investasi. Kalau memang tujuannya proteksi, kenapa tidak ambil asuransi murni? Kan bisa lebih murah? Alasannya, pertama, aku ingin asuransi yang menyediakan keempat manfaat di atas. Aku tidak tahu adakah asuransi murni (tradisional) yang menyediakan empat manfaat tsb sekaligus, dengan harga yang kompetitif. Apakah keempatnya harus diambil? Menurutku, ya. Karena asuransi jiwa murni saja tidak cukup. Bagaimana kalau kecelakaan tapi tidak mati, melainkan cacat? Kalau hanya mengambil asji murni, tentu UP-nya tidak cair. Sejauh ini tidak ada metode yang ampuh untuk mencegah kecelakaan. Berhati-hati saja tidak cukup, karena bisa saja penyebabnya kecerobohan orang lain. Satu-satunya cara menghindari kecelakaan adalah berdoa mengharap perlindungan dari Tuhan. Tentang manfaat sakit kritis, sebetulnya aku pribadi yakin dengan pola hidupku yang sekarang ini, aku tidak akan mengalami sakit kritis, kecuali mungkin saat hendak meninggal. Tapi aku juga tahu potensi itu ada. Bapakku dulu meninggal dunia karena stroke, dan ibuku sekarang punya penyakit maag, asam urat, dan darah tinggi yang sering kumat. Mengambil manfaat sakit kritis adalah tindakan jaga-jaga, karena penyakit model begini biaya berobatnya mahal. Tentunya harapanku adalah tetap sehat sentosa selamanya. Sedangkan manfaat payor menjamin bahwa rencana keuanganku, yakni mendapat proteksi jiwa sekaligus investasi, tetap berjalan apa pun yang terjadi, sekalipun sakit kritis, cacat total, dan tidak bisa bekerja. Kedua, aku ingin asuransi jiwa yang bisa berlaku seumur hidup, bukan sampai usia tertentu saja. Asuransi jiwa murni (termlife) paling banter hanya sampai 70 tahun, itu pun dengan premi yang sangat mahal selewat usia 50. Dengan unit link, aku punya keleluasaan apakah tetap sampai 100 tahun ataukah kubatalkan pada usia tertentu (misalnya 70 tahun). Dengan demikian, pada usia 70 tahun, seandainya masih hidup, aku bisa punya pilihan apakah akan mewariskan uang 450 juta (kemungkinan nanti nilainya tidak seheboh sekarang akibat inflasi) kepada keluargaku, ataukah membatalkan asuransi jiwaku dan mengambil hasil investasi yang ada (di ilustrasi nilainya mencapai 948 juta). Pilihan semacam ini tidak akan kuperoleh di asuransi murni termlife. Memang, menurut teori para perencana keuangan, orang tua umur 70 tahun tidak butuh asuransi jiwa karena hartanya diasumsikan sudah bejibun berkat hasil investasinya sejak masa muda. Tapi punya pilihan tentu lebih menyenangkan. Jika untuk punya pilihan itu aku harus membayar lebih, ya oke-oke saja. Dengan mengambil unit link sekarang, aku bisa menikmati biaya asuransi atau cost of insurance (COI) yang jauh lebih murah di masa tua, dibanding termlife. Dan dana untuk membayar COI itu tidak usah dipikirkan karena akan tertutupi oleh hasil investasi (dengan asumsi kondisi ekonomi sehat, dan tentunya kita mengharapkan demikian. Jika kondisi ekonomi tidak sehat, bukan hanya unit link yang rugi; semua investasi juga rugi, dan asuransi murni juga bisa mengalami gagal bayar klaim). Ketiga, ada nilai tunai hasil investasi yang akan digunakan untuk merawat manfaat asuransi sampai masa berlakunya berakhir, atau jika butuh uang bisa diambil sebagian tanpa membatalkan manfaat asuransi. Keempat, belum tentu asuransi murni lebih murah daripada unit link. Memang jika hanya membandingkan unit link vs termlife murni+reksadana, unit link akan kalah, termasuk dalam jangka panjang. Namun jika unit link dibandingkan dengan termlife+(kecelakaan+sakit kritis+payor)+reksadana, aku yakin unit link lebih unggul, termasuk dalam jangka pendek. Dalam jangka panjang, unit link akan lebih tampak lagi keunggulannya. Menurutku, unit link dirancang untuk diambil dengan manfaat yang beragam, bukan satu manfaat saja. Dengan mengambil minimal 2 atau 3 manfaat tambahan, keunggulan unit link akan lebih tampak. Kelima, jelas unit link lebih praktis daripada mengambil asuransi terpisah dengan investasi. Kepraktisan adalah nilai lebih dari suatu produk, sebab bisa membantu kita menghemat waktu, tenaga, dan pikiran. Jika untuk kepraktisan ini kita membayar sedikit lebih mahal, itu lumrah. Apalagi jika lebih murah. Keenam, dalam unit link ada agen yang sudah berkomitmen untuk melayani nasabah jika melakukan klaim, sedangkan dalam asuransi tradisional tidak ada. Ini juga nilai tambah yang tidak boleh diremehkan. Jika untuk fasilitas ini kita membayar lebih mahal, tak masalah. Apalagi jika lebih murah. Kesimpulan: Aku yakin unit link masih lebih baik daripada asuransi murni, dengan catatan: 1. Manfaat proteksinya dimaksimalkan. Perbesar uang pertanggungan meninggal, kecelakaan, dan sakit kritis, sampai jumlah maksimal yang diizinkan oleh program unit link tersebut sesuai premi yang kita bayarkan. O ya, di sini aku tidak mengambil manfaat kesehatan karena sementara ini aku masih punya kartu Jamsostek dari kantor istriku. Aku tidak tahu berapa plafonnya (kurasa tidak besar), tapi cukuplah untuk sekadar sakit biasa dan dirawat inap di kamar paling murah. Lagi pula pemakaiannya jarang, karena jika aku sakit, aku pilih dibekam saja daripada ke rumah sakit. 2. Tidak salah memilih produk. Mengapa? Karena unit link berbeda-beda dalam segi manfaat yang bisa diberikan dan biaya yang dikenakan. Sebelum memutuskan yang sekarang ini, aku telah melakukan survai terhadap 5 produk unit link (P, T, A, A, dan A J). Insya Allah yang kuambil ini adalah yang terbaik (manfaat paling besar, biaya paling rendah). 3. Agennya berkualitas. Jika anda bertemu agen asuransi, tanya berapa lama dia sudah jadi agen. Semakin lama insya Allah semakin baik, tandanya sudah pengalaman. Tapi juga jangan terlalu tua. Kalau bisa seumuran, sebab dia akan melayani kita seumur hidup kita. Kalau dia meninggal lebih dulu, kita bisa kehilangan fasilitas dilayani agen, kecuali agen di atasnya mau menggantikan. Lalu tanya pula apakah agen tsb sudah menjadi nasabah dari produk yang dia tawarkan. Jika belum, itu namanya parah. Nyuruh orang beli, dia sendiri tidak pake. Kebetulan agen yang kutemui (aku yang menemuinya, bukan dia menemuiku) sudah enam tahun jadi agen dan kariernya sudah di puncak. Umurnya kelihatannya masih muda, tidak beda jauh denganku. Dan tentunya dengan kekayaan yang dia miliki, dia juga telah menjadi nasabah dari produk yang dijualnya.

Itulah beberapa pertimbangan yang kuambil sebelum memutuskan membeli unit link. Sebelumnya aku sempat anti dengan unit link setelah membaca saran beberapa perencana keuangan yang menganjurkan pemisahan antara asuransi dan investasi. Tapi kupikir para penyedia unit link pun membaca kritik-kritik yang dialamatkan kepada produk mereka. Ada yang sudah memperbaiki produknya, sebagian lagi belum. Dan aku memilih produk unit link yang kelihatannya telah disempurnakan untuk siap menghadapi kritik tsb. Salah satu cirinya, dulu produk ini mengenakan biaya akuisisi 195%, sekarang biaya akuisisinya 145% dan bisa turun menjadi 118,7% jika aku membayar premi rutin hingga 10 tahun (produk ini memberikan ekstra 5,26% untuk porsi investasi sejak tahun keenam). Demikian sekadar sharing. Jadi kita tidak sekadar anti dengan unit link tanpa punya pertimbangan yang komprehensif menyangkut sisi kelebihan dan kelemahan suatu produk. Termlife murah, tapi tidak bisa seumur hidup. Unit link lebih mahal, tapi bisa seumur hidup. Selain itu termlife saja belum cukup; kita juga butuh asuransi kecelakaan dan sakit kritis. Unit link memberikan manfaat-manfaat tambahan yang biaya asuransinya akan lebih murah dibanding harus mengambil satu-satu secara terpisah. (Di sini saya belum punya perbandingan dalam bentuk angka, tapi saya yakin setidaknya dalam jangka panjang unit link lebih murah). Kemudian dari segi investasi, memang reksadana bisa menghasilkan retur yang lebih maksimal. Tapi tentunya kita mengambil unit link bukan dengan tujuan investasi, melainkan proteksi. Hasil investasi yang ada itu fungsinya untuk membayar biaya-biaya asuransi, sehingga sebaiknya tidak kita ambil, kecuali disisakan sejumlah dana yang cukup untuk berkembang sendiri agar kita tidak lagi harus membayar premi. []

Tuesday, November 20, 2012

10 Tips Membeli Asuransi

1. Pilih perusahaan asuransi yang sehat dengan reputasi pelayanan agen dan klaim yang bagus.
Ada rasio-rasio kesehatan tertentu untuk perusahaan asuransi yang dapat diakses di masing-masing portalnya atau portal asosiasi asuransi.

2. Cari produk dengan biaya terendah, cari penyedia asuransi yang menawarkan harga produk termurah untuk proteksi yang dibutuhkan.

3. Jika punya kebutuhan biaya hidup saat anak beranjak dewasa, membayar KPR, membayar biaya kuliah anak, belilah asuransi term life.

4. Jika tidak ada orang yang tergantung pada Anda secara finansial, jangan beli asuransi jiwa.
Jangan beli asuransi jiwa jika belum butuh, misalnya saat kita masih berusia sangat muda, karena probabilita kita meninggal lebih kecil.

5. Belilah asuransi jiwa berjangka jika kebutuhannya demikian besar namun anggaran terbatas, misalnya untuk mereka yang memiliki anak kecil.
Jika anak bertambah, orang tua yang bekerja perlu membeli polis tambahan.
Bandingkan biaya dan jenis proteksi yang ditawarkan asuransi dari kantor Anda bekerja versus beli asuransi sendiri, karena ada plus minusnya sesuai kondisi masing-masing.

6. Tambahlah proteksi keluarga Anda dengan membeli produk asuransi jiwa secara individual
dan tidak dari kantor atau pihak lain (jika ada) karena proteksinya akan berakhir (karena alasan
kita pindah kerja yang menyebabkan pembayaran premi terhenti sementara tertanggung masih hidup).

7. Jangan bandingkan nilai tunai dengan proteksi meninggal, karena jika mengharapkan nilai investasi di akhir periode proteksi (kita tidak meninggal) maka seringkali kita kecewa karena membayangkan nilai tunai akan sama dengan premi yang telah disetor.
Yang perlu adalah mempersiapkan proteksi kematian yang memberi cukup manfaat pada yang ditinggalkan sehingga tidak menciptakan masalah finansial di kemudian hari.

8. Pertimbangkan mana yang optimal untuk Anda, membeli asuransi properti dan asuransi kredit
dari bank penyedia KPR (diversifikasi perusahaan asuransi dan polis asuransi untuk berbagai kebutuhan) atau beli satu polis asuransi yang bisa memproteksi seluruh kebutuhan orang-orang yang kita tinggalkan.

Hal ini karena perlu dibandingkan mana yang memberi manfaat optimal dan mana yang penggunaannya paling sesuai dengan kondisi keluarga yang ditinggalkan saat itu jika terjadi risiko kematian.

9. Jika pasangan Anda juga bekerja, Anda harus mengasuransikan potensi pendapatan pasangan Anda. Jika pihak yang meninggal adalah yang lebih besar pendapatannya, maka kalau tidak diasuransikan akan menimbulkan masalah baru.

10. Hitunglah target asuransi Anda, catat dan buat daftar nama asuransi dan alamat, nomor polis, nilai manfaat kematian, ahli waris, nama agen asuransi dan telpon, tanggal efektif polis, serta lokasi polis awal.
sumber : keluargacerdas.com

Tuesday, November 13, 2012

Asuransi Tradisional Vs Unit Link

saya yakin anda sudah pernah mendengar istilah asuransi Unit Link, tapi apakah itu asuransi Unit Link?

Asuransi Unit Link adalah program dimana nasabah membeli produk Asuransi GRATIS Investasi. Dua manfaat ini dapat langsung dirasakan sekaligus yaitu perlindungan terhadap Jiwa dan Investasi dalam bentuk nilai tunai.

Mengapa Unit Link ini makin diminati di Indonesia?
Karena masyarakat sudah tidak ingin berasuransi produk Tradisional yang mereka anggap tidak “menguntungkan” bagi diri mereka. Asuransi tradisional dianggap bersifat mengikat para nasabah, contohnya Jika perjanjian berasuransi selama 20 Tahun maka nasabah harus dan wajib menyetor selama 20 Tahun, jika nasabah tidak menyetor sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan maka uang tunai yang dijanjikan sebelumnya tidak dapat dicairkan.

Keunggulan dari produk asuransi Unit Link ini ialah Nilai tunai dari hasil investasi.
Dalam nilai tunai ada beberapa hal yang harus dipahami oleh calon nasabah yaitu harga unit, jumlah unit, dana investasi yang dipilih dan total nilai tunai yang merupakan wujud dari keuntungan investasi. Perkembangan nilai tunai yang terus meningkat dari bulan ke bulan dan dari tahun ke tahun dapat dijadikan cadangan dalam membuat program pensiun, dana pendidikan anak dan jaminan hari tua. Nilai tunai merupakan dana kas masuk yang reguler diterima oleh nasabah dan dapat diambil sewaktu – waktu, tidak sesulit program asuransi tradisional dalam proses pengambilan dananya

FITUR UNITLINK Allianz

FITUR Utama Unit Link Allianz :
  1. Jumlah Uang Pertanggungan Dasar (MENINGGAL) yang Jauh Lebih Besar terhadap budget yang sama dan di lindungi hingga usia mencapai 100 thn.
  2. Jumlah PENYAKIT KRITIS yang ditanggung bila TERDIAGNOSA adalah Lebih banyak yaitu 49 Jenis hingga usia 70 thn dan dengan manfaat terpisah dengan Uang Pertanggungan Dasar.
  3. Perlindungan terhadap penyakit kritis tersebut bisa di perpanjang hingga usia 85 thn dengan manfaat mengurangi Uang Pertanggungan Dasar.
  4. Masa perlindungan akibat KECELAKAAN yang lebih lama (usia 65 thn).
  5. Manfaat TABUNGAN DILANJUTKAN oleh Allianz, (bebas menabung) hingga usia 65 thn bila TERDIAGNOSA salah satu dari 49 jenis Penyakit Kritis, Cacat Tetap Total, atau Meninggal.
  6. Uang Pertanggungan CACAT TETAP TOTAL akan dibayar sekaligus dan Polis tetap berlangsung.
  7. SANTUNAN KESEHATAN untuk rawat Inap, Operasi dan penyembuhan minimum 1x24 jam dan bisa 1 Polis untuk sekeluarga.
  8. Akumulasi Biaya Akuisisi lebih murah (Unit Link REGULER : 195% dan Unit Link PLUS : 145%), Demikian juga terhadap Biaya Asuransi bulanannya
 FITUR tambahan Unit Link Allianz  :
= Paket ASURANSI KESEHATAN tanpa batasan akumulasi klaim dalam masa asuransi dengan sistem Cashless kartu provider dan reimbursement diseluruh dunia tanpa terkucuali.
= Paket ASURANSI KESEHATAN yang sangat lengkap dan bisa mengcover sekeluarga dalam 1 Polis serta adanya kenyamanan dengan Pasal Renewal Guaranteed atau Garansi Perpanjangan Polis hingga usia 70 thn.

Dan masih banyak yang bisa anda dapatkan dalam  program unit link Allianz tersebut.

Unitlink bukan INVESTASI

UNIT LINK bukan INVESTASI, Ini adalah ungkapan yang sering kami sampaikan karena memang tujuan utama Unit Link bukanlah untuk investasi.  Sehingga menjadi tidak bijak bilamana kita bandingkan unit link dengan reksadana.  Saldo investasi yang ada dalam program Unit Link ini berfungsi untuk menjaga nilai Uang Pertanggungan Dasar dan memberikan fasilitas yang Flexibel pada program Unit Link.

Dalam hal ini, Pisahkan TUJUAN Asuransi anda dengan TUJUAN Investasi anda.  Belilah Unit Link untuk tujuan Asuransi dan Belilah Reksadana atau instrumen investasi lainnya untuk tujuan investasi aktif anda. 

UNIT LINK bukan hanya ASURANSI, namun merupakan program kombinasi antara asuransi jiwa seumur hidup plus investasi yg mengikuti pertumbuhan ekonomi Global.  Sehingga menjadi tidak bijak juga bila kita bandingkan Unit Link dengan Asuransi tradisional (murni) Wholelife (Asuransi seumur hidup dengan Bonus sebagai manfaat tambahan), apalagi Termlife (Asuransi Berjangka untuk kurun waktu tertentu dengan maksimal sampai usia 65 thn & tanpa tambahan Bonus).  Jadi, Sangat banyak keunggulan dari manfaat maupun fasilitas program yang flexibel bisa dimiliki oleh customer dalam program Unit Link.